Nasehat adalah: tujuan, bukti, alasan, kelemahan, dampak

Nasehat-adalah-tujuan-bukti-alasan-kelemahan-dampak

definisi nasehat
Baca cepat Buka

Kata “nasihat” berasal dari bahasa Arab, dari kata kerja “Nashaha”, yang berarti “Khalasha”, yang suci dan bersih dari segala kotoran, bisa juga berarti “Khaatha” yang berarti menjahit. Imam Ibnu Rajab rahimahullah mengutip perkataan Imam Khathtabih rahimahullah: “Nasihat adalah sebuah kata yang menjelaskan suatu makna, yaitu keinginan untuk kebaikan bagi orang yang diberi nasehat.” Imam Khaththabi rahimahullah menjelaskan arti kata “nashaha” seperti yang dikutip oleh Imam Nawawi rahimahullah: akan menjadi murni dan bersih, mereka membandingkan pilihan kata – kata saya tidak boleh salah menyaring madu sehingga tidak menonjol bercampur dengan lilin. Dan konon kata “nasihat” berasal dari “nashaha ar-rajulu tsaubahu” (orang yang menjahitkan pakaiannya), jika dia menjahitnya, maka hal itu diibaratkan dengan perbuatan seorang konselor yang selalu menginginkan kesejahteraan orang yang diberi nasehatnya. dengan memperbaiki pakaiannya yang sobek. Makna perkataannya shalallahu ‘alaihi wasallam “Dien adalah nasehat” adalah bahwa nasehat adalah rukun dan rukun din ini, sebagaimana beliau bersabda, “Haji adalah Arafah”,
Tujuan dan penggunaan metode nasihat dan peribahasa

Nasehat-adalah-tujuan-bukti-alasan-kelemahan-dampak

Maksud dan manfaat menggunakan berbagai petuah dan peribahasa adalah untuk mengurangi kelemahan-kelemahan tersebut, antara lain:

Siswa pasif, kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru, mengurangi kreativitas dan aktivitas siswa.
mudah salah mengartikan, salah memahami istilah tertentu tanpa mengetahui artinya (verbalisme).
mengurangi perhatian dan kebosanan siswa jika kuliah diadakan dalam jangka waktu yang lama.
guru tidak langsung mendapatkan umpan balik atas penguasaan materi yang disampaikan.

Baca lebih lanjut: Pendidikan Formal

Dalil Alquran tentang belajar metode konseling

Di dalam Al-Qur’an terdapat kalam Allah yang mengandung metode bimbingan dan konseling, sebenarnya Al-Qur’an sendiri diturunkan untuk membimbing dan menasehati manusia agar dapat mencapai kehidupan batin yang tenang, sehat dan bebas dari konflik psikis. Dengan metode ini, orang tersebut akan mampu mengatasi segala kesulitan hidup yang dialaminya.

Rujukan metode maksim Majelis dapat dilihat dalam tiga ayat Al-Qur’an berikut ini:

Pertama, QA Al-Dzariat: 55. Dan peringatan selanjutnya, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
Kedua, QA Ali Imran: 138 (Al-Quran) Ini adalah cahaya bagi seluruh umat manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Ketiga, QS Al-Nahl: 125: “Ajaklah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan ajaran yang baik dan bantah mereka dengan cara yang baik, sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang menyimpang dari jalan-Nya. dan Dialah yang paling mengetahui, mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk ”

Menurut Al-Thabari (1978:131) arti kata Al-Hikmah adalah wahyu Allah. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Fungsi wahyu adalah untuk menyeru manusia ke jalan Tuhannya, yaitu ke syariat Islam. Al-Zamakhsyari dalam Al-Kassyaf (hal. 644) menafsirkan al-hikmah dengan ucapan yang bijak dan benar, disertai dengan dalil-dalil yang jelas yang dapat menghilangkan keraguan. Mau’idzah hasanah dikatakan memberi mereka pemahaman yang bermanfaat. Berdebat atau berdiskusi dengan lembut selama mujadala tanpa menjadi menjengkelkan dan kasar.
Alasan memilih metode konseling

Di bawah ini adalah beberapa alasan pemilihan metode konseling, yaitu:

Sehingga perhatian siswa tetap terfokus selama presentasi
Penyajian topik secara sistematis (tidak bersarang)
Mendorong siswa untuk aktif belajar
Untuk memberikan umpan balik
Untuk motivasi belajar

Kelebihan dan kekurangan metode konseling counseling

Metode nasehat dan peribahasa yang digunakan dalam proses belajar mengajar juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain:
1. Kekurangan

Sangat mudah untuk menjadi verbal.
Visual kalah, dan pendengaran (pendengaran) benar-benar menerimanya.
Jika digunakan berulang-ulang, itu bisa membosankan.
Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada siapa yang menggunakannya.
Ada kecenderungan membuat siswa pasif

Baca lebih lanjut: Kebijakan Fiskal
2. Keuntungan

Guru dapat dengan mudah mengontrol kelas.
Mudah untuk mengatur kursi / kelas.
Dapat diikuti oleh banyak siswa.
Mudah disiapkan dan diimplementasikan.
Guru mudah menjelaskan pelajaran dengan baik.
Penghemat waktu.
Menawarkan guru kesempatan untuk menggunakan pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan.
Dapat menggunakan materi pembelajaran yang luas
Membantu siswa mendengarkan dengan cermat, kritis, dan penuh perhatian.
Ketika digunakan dengan benar

 

Lihat Juga :